Audensi ke Rektor Universitas Papua, Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Papua Barat Perkuat Sinergi Pelestarian Manuskrip dan Naskah Kuno
MEDIA DISARPUS - PB – Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Papua Barat melaksanakan audensi dengan Rektor Universitas Papua (UNIPA), Senin, 14 September 2026. Pertemuan tersebut dilaksanakan dalam rangka menjajaki kerja sama dan memohon dukungan Universitas Papua sebagai narasumber dalam kegiatan Sosialisasi Pelestarian Manuskrip/Naskah Kuno Daerah Provinsi Papua Barat.
Audensi menjadi langkah strategis dalam memperkuat sinergi antara Pemerintah Provinsi Papua Barat dan perguruan tinggi, khususnya dalam upaya pelestarian manuskrip dan naskah kuno yang merupakan bagian penting dari warisan pengetahuan serta identitas budaya masyarakat Papua Barat.
Dalam pertemuan tersebut, jajaran Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Papua Barat berdiskusi dengan pihak Universitas Papua terkait rencana pelibatan narasumber yang memiliki kompetensi di bidang manuskrip dan naskah kuno. Narasumber diharapkan dapat memberikan penguatan materi kepada peserta mengenai pentingnya pelestarian, pengelolaan, serta pemanfaatan manuskrip dan naskah kuno sebagai sumber pengetahuan dan sejarah daerah.
Hasil audensi menunjukkan respons positif dari Universitas Papua. Rektor Universitas Papua menyambut baik rencana kegiatan tersebut dan menyatakan kesediaan untuk menjadi narasumber atau menugaskan pejabat, pustakawan, maupun tenaga ahli yang memiliki kompetensi sesuai bidang yang dibutuhkan.
Selain itu, kedua pihak akan melakukan koordinasi lebih lanjut terkait materi, jadwal, serta mekanisme pelaksanaan kegiatan agar dapat berjalan secara efektif dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Papua Barat menilai keterlibatan perguruan tinggi sangat penting karena memiliki sumber daya akademik dan tenaga ahli yang dapat mendukung upaya pemerintah dalam menjaga keberadaan manuskrip dan naskah kuno.
Lestarikan Warisan Pengetahuan Papua Barat
Pelestarian manuskrip dan naskah kuno tidak hanya berkaitan dengan penyimpanan dokumen, tetapi juga merupakan bagian dari upaya menjaga memori kolektif, sejarah, pengetahuan, dan identitas budaya daerah.
Melalui kegiatan sosialisasi tersebut, diharapkan semakin banyak pihak memahami nilai strategis manuskrip dan naskah kuno serta memiliki kesadaran untuk ikut menjaga dan melestarikannya.
Plt. Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Papua Barat, Marthen L. Kocu, SH., MH., menegaskan pentingnya membangun sinergi dengan perguruan tinggi dalam pelestarian warisan pengetahuan Papua Barat.
“Sinergi dengan perguruan tinggi menjadi langkah strategis dalam melestarikan warisan pengetahuan Papua Barat melalui naskah kuno.”
Kerja sama antara pemerintah daerah dan Universitas Papua diharapkan dapat menjadi bagian dari langkah berkelanjutan dalam memperkuat pelestarian arsip, manuskrip, dan naskah kuno sebagai sumber pengetahuan serta bagian dari identitas budaya Papua Barat.
Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Papua Barat terus mendorong kolaborasi lintas sektor guna mewujudkan Papua Barat yang semakin cerdas, berbudaya, dan berliterasi. RED. NANCY MAYOR